Keunggulan atap ini terletak pada bentuknya yang kompleks namun tetap terlihat rapi, serta konsepnya yang bersih tanpa ada elemen yang menonjol di bagian atas.
1. Model Atap: Limasan L Kompleks
Atap ini bukan model pelana biasa, melainkan limasan penuh. Bentuknya mengikuti denah bangunan yang membentuk huruf L. Terdapat banyak pertemuan sudut, coakan di bagian tengah untuk area teras masuk, coakan di sisi belakang, serta limasan kecil di atas carport yang menyatu dengan atap utama. Setiap pertemuan sudutnya terlihat lancip dan presisi.
2. Material: Bitumen 3-Tab / Shingle
Material yang digunakan adalah lembaran bitumen, bukan genteng satuan. Teksturnya berupa kotak-kotak kecil yang tersusun rapat seperti sisik. Jika dilihat dari atas melalui drone, polanya terlihat sangat rapi dan seragam. Permukaannya doff dengan tekstur pasir batu, sehingga tidak mengkilap.
3. Konsep Clean Roof
Ini adalah poin yang paling penting. Atapnya terlihat bersih total tanpa tonjolan. Tidak ada pipa ventilasi, cerobong, antena, maupun wuwungan semen yang berantakan di bagian atas. Semua bubungan atas tertutup rapi dengan aksesori bawaannya. Kesannya seperti atap yang dicetak di pabrik.
4. Lisplang dan Tepi yang Rapi
Tepi bawah atap menggunakan lisplang putih yang tipis dan lurus. Tidak ada talang PVC besar yang menggantung. Potongan bitumen pada tepi atap terlihat lurus sempurna mengikuti garis lisplang.
5. Fleksibilitas Mengikuti Bentuk Bangunan
Karena menggunakan bitumen, atap mampu menekuk dan mengikuti banyak sudut tanpa perlu banyak potongan. Jika menggunakan genteng biasa, sudut-sudut rumit seperti ini pasti membutuhkan banyak potongan dan rawan bocor. Pada foto ini, semua sudutnya tertutup dengan mulus.
Harga Atap Bitumen